Showing posts with label Dentistry. Show all posts
Showing posts with label Dentistry. Show all posts

Friday, August 2, 2013

FLASH-BACK

Tiba-tiba teringat masa-masa pengumuman SNMPTN tahun 2011, setalah baca tulisan seseorang yang menceritakan kegagalannya di SBMPTN 2013 kemarin. Terus, jadi ingin cerita, hehe.

2011. bener-bener jadi tahun pembelajaran buat saya. Awalnya saya ikut tes semacam  PMDK yang ada di UI, apa namanya ya saya lupa :D Seleksi ini terbatas kuota , Alhamdulillah saya termasuk dalam kuota itu. Saya pilih FKG UI (karena saya sadar diri lah ya, ga yakin bisa tembus FK UI). Waktu pengisian formulir, tertera pilihan nominal uang yang harus dibayar untuk biaya semester. Dan dengan bodohnya,  saya mikir bahwa nominal akan mempengaruhi keputusan diterima atau tidak. Jadi dengan seenak jidat saya tulis 4 juta persemester. Tanpa bincang-bincang dengan orang tua, oh ayolah, bocah tak tahu diri. Tapi akhirnya diizinkan, fyuuuh. Terus saya mikir, kalau saya keterima, saya pasti harus ngekos. Biaya di Jakarta bukan tidak murah, belum lagi biaya kuliah sehari-hari. Gila!!

Waktu saya main ke Jakarta untuk menjenguk saudara, saya sempatkan main ke Salemba dengan Teteh saya. Saya foto-foto gedung FK UI, dan tentu saja FKG UI. Dari pandangan pertama, If I have to be honest, oke, saya gak jatuh cinta. Meskipun gedung FK UI mirip SMA 3 Bandung, tapi saya semacam enggak sreg sama suasana Jakarta yang kayanya bukan saya banget.

H- Beberapa JAM (JAM YAAA JAAAAM!!) pengumuman seleksi PMDK UI, it was CANCELLED, dan diberitahukan bahwa seleksi akan diintegrasikan dengan SNMPTN Undangan, semacam tes masuk dengan menggunakan nilai rapot SMA, sebuah kebijakan maha dahsyat dari pemerintah yang perdana dikeluarkan tahun 2011. Bagi yang sudah terdaftar PMDK UI, tinggal melakukan konfirmasi apakah mau dilanjutkan. Setelah berdiskusi dengan orang tua, akhirnya saya memutuskan PMDK UI saya cancel, lalu memutuskan memilih jurusan baru di SNMPTN Undangan. Goodbye Jakarta, Goodbye FKG UI.

Saya daftar. Tersedia 6 pilihan untuk 2 universitas yang berbeda. Saya pilih Unpad, jurusan kedokteran, dan ITB jurusan FTTM. Sisanya saya kosongkan. Sedikit PD, ya karena nilai Rapot saya gak jelek-jelek amat, even ketika di ranking, saya termasuk 3 besar di angkatan yang mau daftar ke FK Unpad. You know how it feels? Bikin saya jadi tak tahu diri. Ya gimana engga, saya nyantei dong, ngerasa aman, dengan opini bahwa FK Unpad gak mungkin cuma ambil 1 orang dari SMA 3. Yang lain ribet Bimbel, saya juga bimbel sih, di 2 tempat malah, tapi ya sekenanya saja.

Pengumanan undangan datang juga. Dengan bodohnya, saya lupa nomer ujian saya, dan nomer ujian itu ada di kosan, sedang saya lagi di rumah. Jadi malam itu saat orang lain sudah ber-alhamdulillah ria, saya gak tau nasib saya. Sampai akhirnya besok paginya saya ke kosan, ambil kartu nomer ujian, dan gak ada warnet yang buka pagi-pagi. Akhirnya, saya telepon Teteh saya, minta dilihatkan di website. Teteh saya lama sekali menelepon baliknya. Ternyata, teteh menelepon mama dulu, dan mengabarkan bahwa saya tidak lolos undangan. Teteh gak tega kalau dia yang ngomong langsung ke saya. Akhirnya saya terima telepon dari mama, dan dengan berat hati saya harus menerima, saya tidak diterima di kedua pilihan itu.

Saya sesek. Banget. Saya lihat teman-teman saya diterima di ITB, padahal saya juga daftar di ITB. Saya baru tahu belakangan, bahwa ternyata Unpad hanya mengambil sedikit dari jatah Undangan, dan FK Unpad hanya mengambil 1 orang lewat jalur murni SNMPTN Undangan, dan ITB mendahulukan mereka yang memilih ITB di pilihan pertama. Dan sejak saat itu, banyak kata “kalau” memenuhi otak saya. Kalau saja saya tidak mau jadi dokter. Kalau saja saya tahu Unpad ambil sedikit dari undangan. Kalau saja saya tahu ITB memprioritaskan yang pilihan pertama. Kalau saja saya jadikan ITB pilihan pertama. Kalau saja….kalau saja…kalaaauuuu…… lalu saya Runtuh, Roboh, Semacam udah ngelayang di udara, dan gak mau hidup.

Saya nangis 2 hari 2 malam. Sampai mata saya bengkak. I was totally afraid, karena SNMPTN tulis diadakan 2 minggu setelah pengumuman undangan. Saya mengutuki diri. Kenapa sombong? Saya benci diri sendiri, karena menganggap remeh sesuatu. Padahal sesuatu itu menentukan masa depan saya. Saya marah, kenapa gak dari dulu belajarnya, kenapa kalau bimbel cuma main-main? kenapa engga mempersiapkan kemungkinan terburuk jika tidak diterima? But time cannot be reduced, waktu tidak pernah bisa ditarik mundur. I was on the  Injury time,  Jatah waktu hanya 2 minggu untuk mempersiapkan apa yang belum dipersiapkan.

Akhirnya saya daftar ujian tulis, pilihan pertama FK Unpad, pilihan kedua FKG Unpad. Saya sama sekali engga ambil ujian mandiri atau ujian swasta satu pun, karena saya gak mau kuliah di swasta, disamping biayanya  emang mahal. Dalam 2 minggu itu, saya merasa menjadi super sholehah. Haha. Mama saya kadang menemani saya di kosan. Menenangkan saya, yang pada waktu itu belajarnya udah macem orang gila. Berhenti cuma untuk sholat, ke kamar mandi. Even sometimes I forget to eat.  Dalam minggu –minggu itu, saya rasa itulah sholat terkhusyu yang pernah saya lakukan (hehe). Terbangun sepertiga malam, dzikir panjang banget, sujud lama banget, baca quran jadi serba hobi. Karena saya tahu saya lagi sakit batin, yang obat penenangnya cuma satu : dekat dengan Allah.

Tiap hari tambahan di GO, pulang bimbel lanjut belajar di kosan, sampai ngundang temen yang udah lulus undangan, yang master matematika, biologi, kimia, fisika untuk datang ke kosan, ngajarin saya.

Finally, Hari H tiba!!

Semua perasaan campur aduk. Saya tegang luar biasa, deg-degan setengah mati. Saya ingat saya duduk di kursi pertama, paling pojok kanan depan. Dan hari pertama ujian tulis, saking tegangnya, saya sampai ke WC 3 kali -_- Just a moment before the test begin, saya izin ke toilet, karena saya gak bakal bisa mikir kalau saya nahan buang air kecil -_- padahal kondisi peserta ujian sudah steril, sudah tidak boleh keluar masuk lagi. Tapi saya mohon-mohon ke petugas pengawas, supaya saya diizinkan ke toilet. Akhirnya saya diizinkan. Hahaha. I will never ever forget that embarassing moment.

Ujian selesai. Saatnya menanti hasil pengumuman. Dari awal saya sudah pesimis dengan hasil ujian, karena ngerjain gak maksimal. Padahal setelah pulang, dan mengerjakan ulang soal itu, saya bisa. Tapi waktu ujian, blank…..panic attack, and I hate it a lot!

Sore hari, saya duduk di lantai, bersandar di kaki mama yang duduk di kursi. I asked her, “ ma, kira-kira detin keterima di mana?” dan tanpa sadar, mama jawab “Kedokteran gigi”, refleks saya kaget, dan mama juga kaget dengan jawabannya sendiri. “Iiih…kenapa? FK dooong!” saya bilang begitu. Dan mama saya cepat-cepat beristigfar, katanya mama sendiri gak tau kenapa jawab itu.

Dan pengumuman akhirnya resmi dibuka. Saya nyalakan laptop dan internet di rumah. saya ingat waktu itu menuju magrib, ayah menyuruh saya untuk sholat dulu. Ayah pergi ke masjid, saya dan mama berjamaah. Selesai sholat, teteh dan abang ipar saya telepon, they wondered about the result. Kami jawab kami belum buka website nya. Sedikit gangguan, mungkin karena banyak orang yang mengakses. Akhirnya abang yang minta untuk membuka, saya ingat waktu itu abang masih di Amerika, menelepon dari Golden, dan bilang akses internet disana lancar jaya. Abang bilang, “Selamat de, keterima di FKG Unpad”.

Saya sujud syukur, dan gak tau harus bilang apa. Mama justru nanya, “sedih gak de? Ga apa-apa di FKG?” dan kalimat itu justru yang bikin saya sedih. Tanpa mama sadar, saya menyesal sudah mengecewakannya. Demi Allah, yang buat saya sedih bukan saya tidak diterima di FK, tapi karena mama sedih mengira saya sedih gagal di pilihan pertama. Demi Allah, saya sedih kalau melihat mama sedih. Dan mama sedih kalau lihat saya sedih, kami saling tahu, lalu kami memutuskan diam. Sampai akhirnya ayah pulang dari masjid, dan bertanya, “Gimana hasilnya de?” mama yang menjawab.

Ada banyak hikmah untuk saya. Allah punya maksud yang kadang perlu waktu lama sampai maksud tersebut dimengerti oleh kita. Saya membayangkan ulang, flashback dan berandai-andai, jika saya keterima di FKG UI dulu, otomatis biaya pengeluaran semakin besar, dibanding dengan masuk di FKG Unpad, biaya semester 2 juta, daaaan tidak perlu ngekos :D karena jarak rumah ke jatinangor lumayan dekat. Allah tahu yang terbaik.

Dan sekarang, saat saya duduk menuju tingkat 3, saya semakin menyadari perbedaan profesi antara dokter dan dokter gigi, yang dulu saya pikir dokter umum lebih bergengsi dibanding dokter gigi. Semakin dewasa, semakin mengerti dunia dokter gigi, semakin sadar, kami memiliki kompetensi sendiri, yang dokter umum tidak bisa melakukannya, begitupun mereka, profesi yang dokter gigi tidak bisa lakukan. Semua tentang spesialisasi profesi, yang punya jalurnya masing-masing. Maka, dokter dan dokter gigi adalah saling melengkapi. Jadi saya tidak perlu iri, karena saya punya spesialisasi tersendiri. And now, I do love FKG :)  Lagi-lagi Allah tahu yang terbaik.

Kita tidak boleh terpuruk dalam perasaan gagal, Allah hanya membelokkan jalan kita, tapi tujuanNya tetap sama, memberi yang terbaik untuk hambaNya.

Selamat menjadi bangga dengan diri sendiri, dimanapun, siapapun, dan kapanpun :)

Friday, December 21, 2012

Kepada Tangan-Tangan Kami


Bismillah.

Bukan hal mudah untuk memutus mata rantai, memang. Menyambungnya dengan suatu kait baru. Maka kemudian, alurnya akan kembali rapi, tertata. Itu adalah semangat awal dari kepengurusan ini.

Telah sampai amanah ini di kepengurusan baru FOSIKAGI-Lembaga Dakwah Fakultas : Forum Silaturahmi Mahasiswa Muslim Kedokteran Gigi- angkatan 2011 sebagai penggerak utama. Berkaca dari satu tahun kepengurusan yang lalu, dimana saya menjadi salah satu pengurus, membuat saya ingin menata ulang semua hal ihwal di dalam fosi.

Saya masuk sebagai mahasiswa baru, yang sedari SMA sudah akrab dan di-akrab-i oleh suasana keislaman, karena SMA saya terhitung baik rohisnya. Tiba-tiba sedikit kaget dengan suasana kampus yang memang sangat individual. Saat SMA mungkin kita masih disuapi dengan makanan tarbiyah, saat kita ‘lapar’ kakak-kakak kita sudah punya stok makanan tarbiyah untuk disuapkan pada kita. Tapi hal itu sangat jauh berbeda dengan dunia kampus : kalau kita tidak mencari makanan sendiri, kita bisa mati kelaparan. Tidak banyak orang yang bisa survive dalam pencarian ini. Maka, satu persatu bisa saja gugur di jalan ini. Saya tidak mau ini terjadi, setidaknya tidak pada diri saya dan orang-orang yang saya sayangi.

Setahun sudah berlalu, saat saya masih jadi mahasiswi manis-- yang kemudian merasakan, mengapa dakwah ini terasa seperti sebuah Event Organizer, sebatas menjalankan proker yang copy paste dari turunan kakak seperjuangan. Selama program terlaksana, maka tugas sudahlah usai. Sebatas itu? Lalu apa bedanya organisasi dakwah dengan organisasi lain –semacam BEM dan kawan-kawannya kalau begitu?

Dakwah harus punya goal, tujuan. Output yang dihasilkan harus bisa dioptimalisasikan. Bukan sebatas proses terlaksana, tapi output jadi kalang kabut tidak karuan. Alur yang saya rasakan dari fosi ini masih seperti benang kusut. Jadi tugas kita adalah membuat alur kembali.

Saya merasa miris melihat mahasiswa baru 2012 yang masih banyak terlantar selama 5 bulan ini belum tersentuh dengan agenda tarbiyah. Fosikagi sepi gaungnya. Tapi saya tidak bisa berbuat banyak, karena saya bukan yang terlibat dalam pembentukan konsep –lagi-lagi saya hanya sebatas seorang EO. Saya tidak bisa menyalahkan kepengurusan tahun lalu, tidak bisa menyalahkan system, tidak bisa menyelahkan teman-teman yang lain. Karena yang salah adalah diri sendiri, kenapa tahu keadaan begini, tidak berbuat apa-apa?

Dari Allah, kepada tangan-tangan kami. Semangat yang saya lihat dari teman-teman 2011 lain di kepengurusan tahun ini semoga bisa membawa fosi lebih hidup lagi. Dakwah tidak boleh mati, kalaupun redup, kewajiban kita untuk menerangkannya kembali.

Bukan hal muluk-muluk yang saya inginkan untuk fosi. Saya tidak ingin acara besar –yang didanai besar—yang dengan sukses menyita tenaga, pikiran, emosi bahkan waktu untuk hal yang tidak punya tujuan jelas. Tugas kita cukup ber amal makruf nahyi munkar. Tinggal dikemas seunik mungkin untuk bisa sampai di hati mereka yang belum tersentuh.

Kalau boleh saya berkeinginan, maka hal yang paling ingin saya lakukan dalam jangka satu tahun kepengurusan ini adalah menguatkan internal fosi. Bagaimana cara menyatukan semangat-semangat –yang sampai detik ini sangat saya kagumi—dari teman-teman saya. Modal komitmen mereka sudah bulat, meskipun ilmu dan pengalaman mereka masih belum sedalam pengurus LDF fakultas tetangga. Saya dengan senang hati mendoakan, semoga Allah membukakan pintu hati teman-teman saya –dan juga saya—membuatnya terang benderang dengan cahaya ilmu tentangNya.
Dan itu semua bisa didapat dengan mentoring. Satu agenda khusus yang menurut saya adalah obat ampuh untuk berbagai permasalahan. Mungkin tahun lalu, masih banyak pengurus yang belum mentoring, atau mentoringnya tidak berjalan baik. Maka sekarang, saatnya kita membuat semua pengurus mentoring. Satu kendala yang fakultas kami miliki : kekurangan mentor. Tapi toh Allah beri jalan, kami bisa meminta mentor dari FKDF –LDF se univ-  Tiada kesulitan, tanpa kemudahaan bersamanya.

Semangat untuk membuat mentoring menjadi candu bukanlah hal yang mudah. Butuh waktu, butuh kesabaran. Tapi percayalah, siapapun yang membaca ini. Bahwa ada keindahan tersendiri dalam mentoring yang tidak bisa kita dapat dari kegiatan lain. Saya memang bukan sosok ideal yang berhak menasehati ini itu. Saya banyak cacatnya, tapi setidaknya saya punya keinginan. Keinginan saya sederhana. Saya hanya ingin melihat mereka, teman-teman saya, merasakan apa yang saya rasakan : indahnya mentoring.


Saturday, May 19, 2012

sumdokgi


Ketika senyum merekah di bibir mereka, adalah tanda perjuangan yang menguras rasa cinta, emosi, waktu, mimpi dan citanya. Bukanlah hal yang lumrah ketika tigaperempat windu dihabiskan untuk mempelajari ilmu yang Allah selipkan diantara tataran ilmu-ilmu lain. Ketika mereka disumpah untuk mengabdi pada rasa kemanusiaan, kehormatan diri dan profesi, dalam satu momen sejarah hidup mereka, dalam sebuah prosesi sumpah dokter gigi.

Heee. Jangan terlalu serius, hehe.
Saya tidak berniat merunutkan setiap segmen acara, setiap bait kalimat pembicara, ataupun setiap bunyi lantuan suara. Karena saya tidak digaji untuk membuat notulensi acara. Baiklah, karena saya bermurah hati, saya mau berbagi sedikit kisah kasih (?) yang saya temukan di tempat kejadian perkara ketika mba-mba, mas-mas, bapak-bapak, dan ibu-ibu sedang menjalani prosesi sumpah dokter gigi dan spesialis.

Sip. Intinya, balik lagi ke prolog. *jadi tulisan ini tak berinti -___-*

Masih lama. Masih sekitar lima tahun lagi, baru merasakan bagaimana rasanya, sumpah setia kita digemakan di ruangan besar disaksikan oleh puluhan pasang mata dan tentu saja dicatat baik-baik oleh malaikat untuk kemudian dipertanggungjawabkan setiap kata yang terucap dalam sumpah tersebut kepada Allah Azza wa Jalla.

Ketika detik-detik sumpah itu disuarakan, lalu ditutup oleh isak tangis para wisudawan saat melewati momen persembahan untuk orang tua tercinta. Ketika mereka menciumi wajah ayah bundanya, mengenang perjuangan orang tuanya membesarkan diri mereka hingga detik itu, dunia mencatatnya sebagai lulusan dokter gigi. Seluruh ruangan mengharu biru, kendatipun saya tak mengerti bagaimana kuatnya rasa bahagia itu, setidaknya saya mencicipinya sedikit, ketika tiba-tiba ternyata air mata saya ikut menetes bahagia melihat kakak-kakak di tengah ruangan sana akhirnya memulai karir hidupnya yang baru, pun ketika teringat wajah mama dan ayah di rumah, bahwa suatu hari nanti, mereka pun akan berdiri disana, memandangi putrinya dengan rasa bangga, dan diri ini akan membaur menjatuhkan rasa suka gembiranya pada bahu-bahu perjuangan ayah dan belai-belai kasih sayang mama…

---------------------------------------------------------------------------------
Lalu…byar!!! Buyar. Rasa gundah nya kini berganti setting.

Ketika ruangan telah steril dari rasa haru yang melanglang buana, kini sesi nya hepi-hepi. Foto sana foto sini, gaya sana gaya sini. Ruangan mendadak seperti sedang hujan lebat, banyak petir buatan kamera terpancar menuju mata-mata penikmat foto. Yah, bahagia.

Seorang wisudawan cantik dibalut kebaya anggun, berjalan menggendong seorang bayi kecil, mendekati seorang pria di ujung kursi sana yang sedang menikmati jamuan makan. Ceeees! Lamunan saya melayang-layang, sepertinya bahagia ya rasanya ketika disumpah menjadi seorang dokter gigi, sudah ada pasangan yang menunggui, yang ikut bahagia, merasakan perjuangan itu, karena senantiasa membersamai…

Maaf ya, jadi ga nyambung ceritanya. Jadi intinya, saya liat sudah ada yang berkeluarga saat jadi dokter gigi, terus saya jadi ingin cepet lulus. Iya begitu maksudnya. Huft. kalau tidak puas dengan ceritanya, ya itu bagus.

Monday, January 2, 2012

So Welcome the 2nd Semester!!


HAI liburan yang sangat panjang...
ga sadar, udah hampir 3 minggu terlewati dengan hasil yang agak mengecewakan. sisa 5 minggu liburan ini harus lebih produktif!!

emang bener ya, kenapa Allah nyuruh kita bangun dikala orang lain tidur dan kemudian mengintrospeksi diri di tengah sepinya malem, itu karena banyak manfaatnya. salah satunya bisa mengevaluasi.

pengen evaluasi BELAJAR selama semester 1 kemarin di fkg. mulai dari proses, sampai hasil.
proses:
dari skala 1-10 hm, cuma dapet 6,5.
kenapa?

  • karena jujur, ngerasa banget keteteran dan ga ada persiapan yang oke. mungkin faktor utamanya karena belum terbiasa dengan pola perkuliahan yang jauh beda sama pola belajar di SMA. perbedaannya apa? susah dijelasin dengan kata-kata, cuma bisa dirasa, ya memang sangat beda.
  • karena ga bikin timeschedule yang baik, atau pernah bikin tapi ga disiplin buat ngejalaninnya.
  • karena terlalu sering ngambil amanah tanpa diiringi totalitas, jadinya cape jiwa raga hati pikiran. karena yang setengah-setengah itu malah bikin banyak pikiran.
  • karena kebanyakan tidur, waktu yang harusnya dipake untuk ngulang pelajaran sama sekali ga dipake buat belajar, malah OL atau tidur.

YAH, dijadikan pelajaran, dan DIPERBAIKI, bukan sekedar dievaluasi!

hasil :
hmm, gimana ya.
hasil belajar kan diukur dari nilai-nilai ujian dan IP kan ya. sejauh ini sih alhamdulillah belum ada berita remed. *semoga ga ada ya Allah.* tapi ya itu tadi, karena 4 poin inti di atas, saya cuma bisa jadi cewe rata-rata. nilai standar, pas-pasan. hiks.

RESOLUSI 2012 khususon untuk semester 2 yang lebih kilau cemerlang :D

  • buat timeschedule yang baik dan benar. DITEPATI, bukan cuman dibuat doang!!!


wrong and bad TS


better! weekly and make it perhour plan.

  • TOTALITAS sama amanah. pake hati kerjanya, biar tuntas. kerja keras, kerja CERDAS.
  • jam malam, banyak dipake buat ibadah dan belajar. bangun subuh buat belajar. bukannya dipake OL dan tidur. sikap tubuh dalam belajarnya yang bener, jangan mengarah pada keadaan yang memungkinkan untuk tidur *seperti kebiasaan selama ini*
awalnya oke, tapi ujung-ujungnya...
keboooo!
  • lebih kuat dan istiqomah sama jadwal yang dipunya. sebisa mungkin sepulang kuliah ngulang materi yang dipelajari, minimal 2 jam.
nyatet yang bener, ulang materi!

  • banyak BACA, banyak brainstorming, banyak diskusi bermanfaat, banyak nanya.

ayo dong, gemar membaca! 
  • buat note pengingat, soalnya saya agak pelupa...

sebagai ikhtiar biar inget terus
  • jangan lupa berdoa, ihktiar maksimal, tinggal tawakal, insyaAllah, Allah mah da baik, ngasih sesuatu sesuai lelahnya kita...
SEMANGAT KAKA! semoga dimudahkan perbaikan diri di semester 2 nya, ga lagi ya jadi cewe rata-rata:') HAP HAP HAP. semangaaaaat!!
bismillah, allahuma yassir wala tuassir!

regards, Detin Nitami



ITMKG-curving!!

praktikum ITMKG (ilmu dan teknologi material kedokteran gigi) semester 1 kills me softly... sebenernya, praktikumnya engga berat, cuma karena ngerasa dan mikir itu engga berat, ujung-ujungnya saya sepelekan. jadi, dalam kurang lebih satu semester kami diharuskan menyelesaikan 3 buah curving gigi:
 1. insisiv 1 kanan/kiri atas
 2. caninus/premolar 1 kanan/kiri atas
3. molar1 kanan/kiri atas
gambar hasil curvingan saya.

awal-awal ngerjain gigi insisiv hampir ga ada kendali, lancar jaya. bahkan saya lebih cepat dibandingkan yang lain. nah, karena ngerasa ga begitu berat (acc insisiv itu pertahap), jadi saya mikirnya, oh, yaudah di lab pun selesai ngerjainnya. ternyata, untuk gigi canin/premolar dan molar, acc nya sekaligus udah jadi, ga perlu pertahap. otomatis, yang ngerjain lebih awal di rumah dan datang ke lab siap acc, bakal dapet nilai lebih oke, karena selain kerapihan, ketepatan waktu pun dinilai. lain halnya dengan nasib saya. terlalu lalai dan menyepelekan, saya datang ke lab dengan kondisi belum mengerjakan canin sama sekali.dan seterusnya seterusnya seterusnya, sampai akhirnya final day untuk acc datang.

di hari pengumpulan terakhir SAYA BELUM MENG-ACC-KAN 2 GIGI LAINNYA. itu-parah-banget-ya. praktikum saya masuk kelas pagi, harusnya jam 11 siang sudah harus selesai. tapi dokternya memberi keringanan boleh mengerjakan sampai sore. liat yang lain itu udah tingga rapi-rapi siap go home. saya masih sibuk curving. akhirnya 2 gigi saya selesaikan dalam SATU HARI SAJA. yah, alhamdulillah hasilnya not bad lah ya. hm, efek sampingnya? oh jelas, jam 4 saya baru kelar dengan kondisi tangan kram beberapa menit sama sekali ga bisa digerakin. jari-jarinya pun keriput karena habis memoles, mengalkoholkan, dan mencuci si gigi. kalau ga lagi posisi duduk, mungkin saya udah pingsan. soalnya saking capenya, kepala saya bener-bener serasa muter.

 gak! tolong, jangan diulangi dan jangan dicontoh!!! dimana-mana hukum "sukses itu milik orang dengan persiapan lebih baik" itu berlaku. DEADLINER, selain menyusahkan diri sendiri, menyusahkan orang lain juga. jadi inget gimana temen-temen lain bantuin saya curving, karena saking hampir nangisnya saya hari itu. mungkin mereka juga ga tega liatnya.

 Andrea Hirata bilang
Dokter Gigi itu adalah perpaduan dari wajah yang manis, ilmu yang tinggi dan tenaga bagai kuli 
eh, serius, deskripsi yang sangat pas. jangan diulang di semester 2. ga boleh!!!

 Jumat kelabu. hiks.

Tuesday, December 27, 2011

SELAMAT DATANG DI KEPENGURUSAN BEM KEMA FKG UNPAD KABINET REVOLUSI.

So welcome. It’s your time to show who you are and prove what you have to contribute in department that has choosen for you, Ilmu dan Penalaran. Sounds great, huh? Yes I hope. But sometime it looks lil bit freak, isn’t it? I force myself to say no. But overall, on my first meeting with all members, including the head of this dept, I can conclude that this dept. will rock and shake your mind! hahaha

I’m so glad for choosing this dept. besides this is my priority, academic is also my passion. In my imagination, someday I ‘ll be someone who stand up rightfully proud, held some medals with a big smile. I don’t know, maybe it’s just my dreams, but I wish it can come true. It won’t work except we try, will it? So why do I want join this dept? ofcourse to get as much as information also to increase the students’ interest of these knowledges and researches thingy. Because you should know, dentistry has a very low partisipation on such this thing. Campare with other faculties, I guess that dentistry get the lowest one. I can’t permit this happen, it should be changed. With the information that we bring, hopefully it can open our mind, think globally, and create something new, named revolution.

Musyawarah Anggota XVII LDF FOSIKAGI

Musyawarah Anggota XVII LDF FOSIKAGI
Minggu, 18 Desember dan Selasa, 20 Desember 2011

Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaykum, Bada shalawat ‘ala Rosulullah…

Kepungurusan LDF FOSIKAGI periode 2010/2011 sudah usai. Kini giliran penerus estafet kepengurusan ada pada pundak kami, di periode 2011/2012. Minggu kemarin, kami mengadakan musyawarah anggota (yang selanjutnya disingkat musyang) ke-17 dengan agenda :

Minggu : laporan pertanggungjawaban LDF-FOSIKAGI periode 2010/2011 ; pembahasan AD/ ART dan GBHK LDF-Fosikagi;

Selasa : pemilihan ketua umum FOSIKAGI periode 2011/2012; dan pengangkatan ketua umum.

Berhubung saya punya agenda lain yang harus saya hadiri pada hari minggu, akhirnya saya hanya bisa hadir jam 4 sore, padahal acara dimulai sejak pagi. Datang ke auditorium fkg dengan kondisi belum mandi dan belum tidur dari kemarinnya (soalnya ada acara daurah, 2 hari di lembang, kebetulan jadi panitia jadi harus begadang dan lembang dingin sekali, jadi ga mandi :p)

Satu setengah jam duduk mendengar orang-orang membahas AD/ART, saya berusaha mengikuti. Tapi gagal, saya ga ngerti apa-apa, soalnya datang ditengah-tengah pembahasan dan kondisi terkantuk-kantuk. Akhirnya saya memutuskan pulang jam setengah 6, ibu saya sudah menelpon untuk segera pulang, berhubung besoknya masih ada ujian dan saya butuh tidur.
Sempet ngerasa ga maksimal berkontribusi untuk musyang kali ini. Maaf untuk semuanya.

Hari selasa, acara musyang dilanjutkan. Agendanya jam 3 sore, tapi –ini yang saya ga suka- baru dimulai jam 4. Ada tiga calon terpilih yang maju untuk menjadi ketua umum fosikagi. Satu orang akhwat dan dua orang ikhwan.

Setelah mendengar visi misi para calon, dilanjutkan dengan tanya jawab, barulah dimulai musyawarah pemilihan ketua. Para calon dibawa ke ruang bpm, supaya tidak mendengar hasil musyawarah. Dalam pemilihan seperti ini, pasti semua orang punya pilihan masing-masing, pilihan yang dianggap paling benar, dan berusaha untuk memenangkannya. Tapi islam tidak mengajarkan hal demikian secara berlebihan. Islam mengajarkan untuk meninggalkan perdebatan, apapun bentuknya. Musyawarah hadir sebagai sebuah wahana menentukan yang terbaik, tanpa perdebatan.

Awalnya saya memilih kang Jafar Khalid sebagai ketua umum fosikagi. Saya tidak kenal beliau, pun belum pernah dipimpin oleh beliau. Alasannya, saya tahu kang Jafar ini ketua PPM 2011, lumayan berpengaruh di angkatannya bahkan diangkatan saya, juga merupakan kandidat calon ketua BEM 2011/2012 namun tidak terpilih. Saya juga mendengar bahwa beliau adalah mantan ketua DKM SMAN 8 Bandung, yang saya simpulkan –setidaknya- beliau hanif, meskipun selama kepengurusan fosikagi 2010/2011, peran dan kontribusi beliau sangatlah minim. Berbeda halnya dengan calon lainnya, kang Otoy Hidayat. Saya tidak tahu background organisasi keislaman beliau. Tapi selama kepengurusan fosikagi kemarin, peran dan kontribusi beliau sangat baik. Totalitas beliau di acara fosikagi pun baik. Beliau juga hanif, namun sayangnya, yang saya rasakan, beliau kurang berpengaruh di angkatan dan kepemimpinan beliau tidak sebaik kang Jafar. Calon yang terakhir adalah teh Tsam. Tarbiyah dan Kepahaman akan Islam beliau sudah tidak perlu dipertanyakan, beliau adalah Qudwah hasanah bagi para akhwat, semangat yang berapi-api dan mengerti urgensi dakwah. Namun sayang, beliau adalah seorang akhwat, yang Allah melarang menjadikan seorang akhwat pemimpin urusan ummat selama masih ada ikhwan yang kompeten. Apa kata Rosulullah seandainya organisasi yang dibangun atas dasar iman dan taqwa pada Illahi saja membangkang perkataannya, tidak mengikuti syariatnya. Allah pasti punya maksud baik, semua punya porsinya masing-masing, tugas kita hanya untuk memercayai maksud-Nya dan mengamalkan perintah-Nya.

Dua calon tersisa. Kami mempertimbangkan besarnya kontribusi dan amanah calon sebelum pencalonan dan melihat besarnya niat dan kesungguhan untuk memimpin. Tapi ada satu hal yang mengganjal di hati saya. sebuah pengaruh. Saya benci dkm selalu dinilai eksklusif dan tidak membaur. Saya bosan melihat teman yang lain menilai dkm adalah untuk mereka para jilbabers yang ga bisa gaul, yang kerjaannya sembahyang mengaji. Saya butuh pencitraan bahwa kami pun bisa gaul sesuai dengan koridor yang Allah tetapkan, kami aktif dan produktif berkarya untuk almamater, bangsa dan agama. Itu alasan saya memilih kang Jafar karena dirasa dengan pengaruh dan citra dirinya, meskipun orang menilai dirinya tidak sealim dan se’dkm’ kang Otoy, tapi entah kenapa, hal utama yang fosikagi butuhkan adalah perubahan kesan eksklusif. Saya tau, banyak yang tidak sependapat dengan saya, yang berfikir bahwa sejatinya pemimpin fosikagi haruslah yang amalannya paling terjaga dan niatnya paling besar. Bahwa kalau memilih pemimpin yang dulunya saja menyepelekan amanah kecil, bagaimana dengan amanah besar. Bahwa tugas kitalah membantu ketua untuk menghilangkan kesan eksklusif itu. tapi percayalah, saya menilai kang Jafar (meskipun sama sekali tidak kenal) adalah seorang yang hanif dan amanah. Wallahualam.

insyaAllah, Allah akan memudahkan semua orang yang berjuang di jalan-Nya. Ingat janji Allah dalam q.s Muhammad :7.

Dengan segala pertimbangan, akhirnya terpilihlah Kang Otoy Hidayat sebagai ketua umum fosikagi 2011/2012! Mabruk kang! Semoga amanah, demi fosikagi yang lebih baik lagi. ALLAHUAKBAR!

Tuesday, October 11, 2011

My First Exam

alhamdulillah..
ujian pertama di FKG UNPAD selesai dilaksanakan dengan hasil yang "udah lah pasrahin sama Allah aja"

ujian praktikum anatomi

jadi, selama beberapa minggu kemarin, saya dan temen-temen FKG 2011 lainnya belajar tulang, seluruh tubuh, kecuali patella ke bawah dan siku ke bawah. saya yang engga sama sekali ahli masalah penghafalan agak tersendat, macet, dan sedikit mau muntah melihat setiap lekukan, tonjolan, garis, semua itu punya nama yang berbeda.

sistem ujiannya juga rada freak. baru pertama kali ujian pake sistem ini.
kami ujian berpacu dengan waktu. setiap 30 detik, bel bunyi, kita hat=rus pindah tempat ke tulang berikutnya. dan sedangkan kemampuan saya berpikir masih dibayang-bayangi loading yang lama.
ikhtiarnya mah udah ga usah ditanya. udah maksimal insyaAllah. sampe nginep di kosan temen dua kali buat belajar bareng. sampe saking muaknya, malem-malem kami main badminton sekedar untuk menghilangkan rasa ngantuk yang ga ngerti kenapa udah jadi penyakit belajar.

beberapa menit sebelum ujian, perasaan tuh jadi gundah gulana *lebay*. langsung sms mama, minta doa sekali lagi sebelum bener-bener ujian. dan itu sangat menentramkan. percaya kalau ridho mama, ridhonya Allah juga.

pas ujian berlangsung...

tiba-tiba blank. dalam waktu 30 detik harus ngerjain 2 soal. gemeteran tangannya.tarik nafas. soal nomor satu : dadah. lupa.
nomor dua. alhamdulillah inget.

teeeeeeet. bel bunyi, pindah tempat.

tarik nafas. tangan masih gemeteran, tulisan jadi kacau. gawat, terus-terusan gini sampe nomor belasan.

haaaaa, saya lupa baca doa kojo saya!!
akhirnya saya baca,

Allahumma yassir wala tu'assir rabbi tammim bi khair
Ya Allah, Make things easier for me and don't make them difficult. Ya Allah, make them end well.


Serius, jadi lebih nyantei. meskipun kemampuan menyalurkan apa yang sudah dihafal masih pabalap-balap sama bunyi bel.

hmmm, pokonya, kalau udah ikhtiar sebisa kita, ya udah. sisanya, akhirnya, hasilnya, diserahin sama Allah. bukan lagi urusan saya.tinggal tawakkal aja.

Semoga nilainya memuaskan. aamiin :)