Sunday, September 4, 2011

international hijab solidarity day

i've never known there's a special day like that before. yeah, as usual, twitter tells me everything as soon as i open the application. someone who i followed said that today, September 5th is international hijab solidarity day. wooow! how cool...

let people around the world know, how important using hijab for ladies is. hijab is the best dress for covering womens' body from everything endangering herself.

Those who harass believing men and believing women undeservedly, bear (on themselves) a calumny and a grievous sin. O Prophet! Enjoin your wives, your daughters, and the wives of true believers that they should cast their outer garments over their persons (when abroad): That is most convenient, that they may be distinguished and not be harassed. [...] (Qur'an 33:58–59)

and according to Al-Quran, Q.S An-Nur : 31
And say to the believing women that they should lower their gaze and guard their modesty; that they should not display their beauty and ornaments except what (must ordinarily) appear thereof; that they should draw their khimār over their bosoms and not display their beauty....
it's an obligatory for Muslim women to use hijab when they are already an adult.

nowadays, young ladies are complaining when they are asked using hijab, the reason is : "i'm not ready, better hijabing my heart beforehand."

is that the real reason? sure? why must wait till your heart overall veiled? so when that time will come? it'll never come, except you start it know.

you still look beautiful even greater when you are using hijab. men say "it's 100x(even more) hijabian girls look more beautiful than unhijabian girls"

you can even more fashionable, cause today, hijab available in so many styles.

so don't worry of using hijab. from now on, just try it! enjoy it! and barakallah, keep istiqomah for you who already using hijab.

happy international hijab solidarity day, ladies :)

Saturday, September 3, 2011

uhibukumfillah



what should i call them? friends? no. they are more precious than only friends.
family? it's the closest one to describe who they are.
my new family, consist of a mother, a father, sons, daughters, brothers, and sisters. yes, here we are, DKM AL FURQON 2011 :) proudly present :
A HAPPY FAMILY :)
for father, habib, because he's our main leader.
mother, athun, she's the lady's leader.
and all of the members are my sisters, my brothers. i love them all, for sure.
from the bottom of my heart, i love you because Allah.

Sunday, August 28, 2011

maka disebabkan oleh rahmat Allah lah...

assalamu'alaykum wr.wb.
ba'da shalawat 'ala Rosulullah.

sebelumnya, temans! mohon maaf lahir batin ya, taqobbalallahu minna wa minkum, taqobbal ya kariim..
sebelum Ramadhan benar-benar akan berakhir, saya minta maaf karena pasti punya salah sama kalian, baik sengaja maupun tidak sengaja, sadar maupun tidak sadar. semoga Allah berkenan menghimpun dan menyampaikan umur kita di Ramadhan taun depan,aamiin.

terimakasih sudah sudi meluangkan waktu temen-temen buat baca doc. yang agak random ini, semoga kegiatan membaca temen-temen tidak sia-sia. aamiin..

sebenernya ada satu pertanyaan kekanak-kanakkan di otak saya. simple, tapi butuh pemahaman yang unik kalau menurut saya. jawaban yang sederhana, tapi aplikasi yang luar biasa sulit,i sebenernya sih (harus) bisa,

kalian pernah denger kisah tentang seorang penzina yang memberi minum seekor anjing, dan dengan itu ia masuk surga? pernah kan?

pernah juga denger orang ahli dakwah tapi ternyata dia tidak ahli surga?

mendengar kedua kisah tadi saya langsung membandingkan. loh, ko bisa, yang satu penzina yang lainnya ahli dakwah, tapi kehidupan akhirat mereka berkebalikan???

Alhamdulillah, pengantar jawaban tersebut saya dapat dari ceramah ustadz aam amiruddin
dalam salah satu kajian, beliau menjelaskan bahwa

"yang mengantarkan kita menuju surga illahi bukanlah amal kita, melainkan Rahmat dari Allah azza wa jalla..."

terus saya bingung, ko ga adil ya? kan orang ahli dakwah perjuangannya lebih besar dibanding si pezina tukang bikin dosa.

jawaban berikutnya saya dapat dari teteh saya bahwa

"semuanya tergantung dari rahmat Allah, keridhoan Allah semata. Allah yang punya kuasa atas kita dan Allah akan memperlakukan hamba-Nya seadil-adilnya. semua ibadah tergantung niatnya, dan Allah yang mengetahui niatan kita"

yap! dapet deh inti dari masalahnya. niat.

kalau kata Rose di film Titanic sih, hati manusia itu sedalam lautan biru untuk menyimpan rahasia..
kalau kata pepatah, dalamnya hati manusia tak ada yang tahu.
ya! hanya Allah lah yang mengerti hati kita, mengerti kemana arah hati kita berlabuh, mengerti kepada siapa hati kita tertunduk. niat berawal dari hati. amal ibadah dilihat dari niatnya, bahkan syaikh imam Nawawi yang membuat buku Riyadhus Shalihin plus membuat hadist Arba'in meletakkan hadits Rasulullah mengenai niat di urutan pertama, saking pentingnya arti sebuah niat.

Amirul Mukminin Abi Hafsah, Umar bin Khathab r.a. berkata : Saya mendengar Rosulullah Saw. bersabda : "Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya bagi setiap orang apa yang ia niatkan. barangsiapa hijrahnya menuju Allah dan Rasul-Nya, ia akan sampai kepada Allah dan rasul-Nya. barangsiapa hijrahnya menuju dunia yang akan diperolehnya atau menuju wanita yang akan dinikahinya, ia akan mendapatkan apa yang dituju (H.R. Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Mughirah bin Bardaubah Al- Bukhari dan Abu Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim Al-Quraisyi An- Naisaburi, dalam kedua kitab yang paling sahih diantara semua kitab hadits)

mungkin saja, tampak dari luar si fulan rajin sekali berdakwah. dia terkenal ahli ibadah. pakaiannya selalu mencerminkan kerendahhatian. tapi ternyata, dalam hati fulan sejak awal hanya ada niat untuk mencari perhatian orang lain, hanya ingin orang lain melihatnya dengan terkagum-kagum. atau mungkin hanya untuk menarik perhatian si akhwat incaran hati. kita ga pernah tau apa yang ada di dalam hatinya. kecuali dirinya dan Allah semata.

kita tidak bisa sekalipun membohongi Allah. saat kamu melakukan kebajikan disaat itulah hatimu akan tenang, dan saat kamu melakukan dosa, otomatis Allah meniupkan perasaan gelasah ke dalam setiap sudut hatimu. dan kamu tidak bisa menolak perasaan itu. khawatirlah bila saat kita melakukan dosa, namun rasa gelisah itu tidak muncul, barangkali dosa itu sudah menjadi suatu kebiasaan bagi kita, sehingga tanpa sadar kita kita tak lagi menganggap hal itu sebagai dosa. maka Allah telah mematikan hati kita. mintalah diberikan hati yang lain, berkawanlah dengan orang yang dapat membersihkan hati kita. karena noda di baju putih yang setitik lalu langsung dibersihkan akan menbuat nodanya hilang, sedang noda yang ditumpuk meski setitik demi setitik, membuat baju putih tersebut sulit dibersihkan, jangan tunggu hingga baju tersebut terkena noda hitam secara keseluruhan.

adapun si pezina, hatinya mungkin ingin bertobat, dan saat dia memberi minum seekor anjing, hatinya benar-benar mengharap ridho Allah. sekali lagi, kita tidak tahu isi hati manusia.

jadi temen-temen, dari sekarang mari kita luruskan niat lagi. untuk apa kita hidup. untuk apa kita beribadaha. untuk apa kita berdakwah. mintalah diberi Rahmat oleh Allah. maka disebabkan oleh rahmat Allah lah, kita dapat mendapat mencapai kehidupan akhirat yang baik.

jangan seperti debu yang tertiup angin. sia-sia belaka.tak ada bekas, hanya lelah yang didapat.

wallahualam bishawab.
yang salah datangnya dari saya, dan yang benar datangnya hanya dari Allah semata.
tolong koreksi kalau ada yang salah..
tolong perbaikii kalau ada yang berbeda pendapat.
jazakumullah.
wassalamualaykum wr.wb.

Detin Nitami

Monday, August 15, 2011

confuse, worry, and afraid

how to begin?
i'm so afraid of something doesnt appear yet.am a sensitive girl, extremely change when people around me are different. now, i feel this. dont know what, why, and how to solve. am kinda afraid of being change. how if i change? being someone different, but in a bad way anyway. how? my false?
gue anak remaja yang masih galau,iman gue belum terlalu kenceng. kalau tiba-tiba lepas gimana? gue takut setakut-takutnya.
when none of my friends give me an advice, when there's no any tarbiah, how can i survive?

Tuesday, July 12, 2011

KAHAR

untuk anak seusianya ini tidak mudah. Tapi Kahar tidak sendiri. Ada ratusan ribu teman sebayanya yang akan menghadapi ujian ini. Ujian konyol yang Kahar benci untuk menerimanya. Dia adalah murid yang tak cepat menangkap pelajaran. Dia sangat menyadari kekurangan itu.

Sejauh ini banyak yang sudah ia lakukan. Ia sudah banyak bertanya pada kawannya yang pandai. Ia sudah banyak membaca buku. Ia sudah banyak berlatih soal. Tapi lingkungan tak menilai itu sebagai sebuah proses. Lingkungannya hanya menilai seseorang itu bodoh atau pandai, benar atau salah.

Pernah ia ditanya oleh kawannya hendak kemana ia setelah lulus nanti. Tak salah bukan bila Kahar menjawab mantap fakultas keinginan hatinya meskipun fakultas tujuannya adalah idaman para calon mahasiswa? Dia tak peduli kawannya akan berpikiran apa. Tak mampu? Tak pandai? Tak akan lolos? Masa bodoh!

Berusaha. Ya, dia terus berusaha. Diatas lembaran putih itu dia menulis “tak peduli mereka berkata apa, tidak ada 99% dalam benar-salah. Hanya ada 100% untuk benar dan 0% untuk salah.

Semangat! Untuk yang merasa menjadi Kahar, untuk aku, untuk semua.

Tuesday, December 28, 2010

Suti

Kali ini giliran Suti lagi. Tiap kali mereka cakap, ada saja yang ditertawakannya tentang Suti. Suti memang hanya gadis polos dengan wajah biasa-biasa saja. Kulit tubuhnya kuning langsat, dia asli pribumi. Matanya bundar dan bolanya berwarna hitam pekat. Kau lihat bulu matanya? Begitu lentik. Namun hidungnya pesek dan rambutnya panjang tak terurus. Tubuhnya semampai. Lalu apa yang mereka tertawakan?

Suti si gadis polos, tak banyak bicara. Tak banyak pula yang mengenalnya. Sifat pemalunya begitu besar. Aku salut, karena aku tak bisa seperti itu. Aku tak banyak mengenal dirinya.

Pagi yang cerah tampak dia bawa tiap hari saat mulai memasuki kelas. Tak berkata apapun. Suti hanya duduk, lalu sesekali tersenyum bila orang lain memerhatikannya. Keramahtamahan dan kemisteriusan akan dirinya sesekali membuatku ingin bertanya, apa gerangan yang dia pikirkan? Tak pernahkah dia berpikir untuk berkawan dengan banyak orang? Tak pernahkah dia berkeinginan menceritakan perasaan jatuh cintanya pada kawannya sebagaimana yang biasa mereka lakukan bila sedang dilanda cinta? Apa gerangan yang membuatnya menjadi pendengar setia ketimbang pembicara ulung?

Tapi ini lain. Lalu ada angin dari mana tiba-tiba Suti mendekatiku lalu memulai pembicaraan aneh ini? Dia memejamkan matanya, lalu mengatakan, “aku akan menanyakan padanya secara langsung”. Aku sama sekali tidak mengerti.

Dan benar. Mereka kembali menertawakannya. Tampilan luar Suti memang tidak begitu baik. Aku berfikir itulah alasan mengapa Suti ditertawakan. Tapi mereka tidak tahu bahwa dirinya memiliki hati yang lebih jernih dari apapun yang pernah mereka lihat. Kecantikan itu tersembunyi dalam-dalam dan enggan ia keluarkan. Mereka tidak tahu.

Inikah Suti? Berani ia bertanya pada mereka. “ada masalah?” dan mereka dangan senang hati menjawab “ya!”. ”apa?” yang paling besar menjawab “kau tanyakan saja pada kaca di rumahmu!”

“terimakasih” kembali Suti menyunggingkan senyum. “akan kulakukan”

Tak ada rasa marah apalagi bersedih hati. Ia tetap Suti yang biasa. Aku benci cara mereka memandang orang. Aku berdoa untuk seluruh Suti-Suti lain, agar kecantikan hati yang tak terlihat tetap terjaga. Tak peduli mereka bagaimana dan apadaya.