Friday, August 7, 2015

Wedding Vendor : Gedung

Selamat 3 bulan pernikahan!
Kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang proses persiapan pernikahan, khususnya tentang vendor pernikahan saya.

Hal pertama setelah proses khitbah dan menetapkan tanggal pernikahan adalah segera mencari gedung lokasi pernikahan. Saya berdomisili di Rancaekek, sehingga keluarga saya inginnya mencari gedung yang dekat dengan lokasi rumah saya. Sayangnya, tidak ada gedung besar di area sekitar rumah. Satu-satunya yang bisa dijadikan opsi adalah daerah jatinangor, dan satu-satunya gedung yang  luas sesuai versi "luas" nya saya adalah Balairung IPDN.

Akhir 2013 saya konsultasi dengan salah satu dosen di IPDN terkait peminjaman gedung, karena biasanya gedung hanya dapat digunakan untuk acara internal kampus atau ada salah satu pejabat kampus yang mau menggunakannya. Jadi ya kalau anak dosen IPDN mau menikah di gedung itu, perizinan gampang.

Kebetulan dosen ini tetangga saya. Saya dianggap saudaranya dalam proses perizinan. Tetangga saya ini selalu berkata “tenang aja” setiap kami tanya progres peminjaman gedung. Berbulan-bulan saya mengidam-idamkan gedung seluas itu untuk menikah. Sampai akhirnya, akhir bulan Februari 2014 (artinya sudah 3 bulan kami digantung tanpa kabar) tetangga kami mengabarkan bahwa Balairung Rudini tidak bisa dipinjamkan untuk orang internal maupun ekternal, (kecuali jabatan orang internal IPDNnya tinggi kali ya -,-). Masih tidak bisa terima, karena terlalu lama menunggu, tanpa penjelasan, dan tanpa hasil yang diperjuangkan dengan maksimal, akhirnya kami menemui teman Mama yang menjadi petinggi di IPDN. Ibu ini menjelaskan secara rinci prosedur peminjaman.

Teknisnya, apapun kegiatannya, acara internal kampus akan tetap menjadi prioritas. Dulu, ibu ini pernah mengurusi tetangganya yang juga ingin menikahkan anaknya di IPDN, tapi 2 minggu sebelum acara (which is undangan pasti sudah disebar dong) kampus mendadak mengadakan acara kuliah umum dari salah satu Gubernur untuk para Praja (mahasiswa) nya di tanggal yang sama. Akhirnya dengan berat hati, keluarga ini harus pindah tempat di gedung kecil pinggir IPDN. Untungnya, 4 hari sebelum hari H, kuliah umum dari Gubernur dibatalkan karena satu dan lain hal, dan Balairung jadi kosong pada tanggal tersebut.
Jadi, gimana gak was-was coba kalau teknisnya seperti itu???

Saya menikah bulan Mei, bulan-bulan mendekati penerimaan Praja baru, biasanya akan banyak agenda bersama di Balairung. Kecuali saya menikah di bulan November, atau waktu libur semester IPDN, otomatis gedung tidak akan digunakan untuk kegiatan kemahasiswaan.

Keluarga saya memilih untuk tidak mengambil resiko yang tidak bisa diprediksi itu. Lebih baik mencari alternatif gedung lain dan kami jadi bisa fokus tenang memikirkan persiapan yang lain. Karena bagaimanapun, gedung resepsi menjadi salah satu list persiapan ynag cukup penting yang harus dipertimbangkan.

Waktu yang tersisa hanya tinggal 2 bulan saja, saya belum mendapatkan gedung pernikahan. Setelah mendapat kabar sulitnya peminjaman gedung IPDN, saya segera survey ke gedung-gedung lain. Kurang lebih ada 15 gedung yang saya survey sana sini. Yang paling besar Pusdai, tapi sudah full booked -,-

Akhirnya, dengan izin Allah, ketemu juga satu gedung luas dan tinggi di daerah Soekarno-Hatta.


Istana Kana Kawaluyaan.

Salah satu area dekat Soekarno Hatta, namanya daerah Kawaluyaan ada satu gedung yang orang-orang bilangnya gedung Batak, karena biasa digunakan untuk acara pernikahan batak, meskipun pernikahan umum juga sering diselenggarakan.

Begitu lihat gedungnya, saya jadi nostalgia lagi dengan IPDN. Baru Istana Kana lah yang bisa saya sejajarkan luasnya dengan Balairung (untuk area Soekarno Hatta). Atapnya tinggi banget, jadi terasa adem. Jendelanya banyak, jadi terang. Parkirannya luas sekali. Dan di awal Mei masih bisa booking. Saya semacam jatuh hati sama Istana Kana. Setelah berdiskusi dengan keluarga saya maupun kang Ryan, akhirnya kami sepakat untuk memilih Istana Kana sebagai tempat resepsi pernikahan kami. Untuk harga, meskipun mahal tapi tetap worth it. Kalau Anda tertarik dan ingin tahu info lebih lanjut bisa datang sendiri ke Istana Kana atau tanya langsung ke saya hehe.


kebayang gak, 3 undak bangunan itu adalah tinggi dari atap gedung. Tinggi banget kan? 

tampak samping
parkirannya luas
tampak samping

denah Istana Kana Kawaluyaan. minta aja langsung ke pihak Istana Kana.


akhirnya, nemu juga yang sesuai dengan keinginan. Dan lokasi juga di pertengahan antara lokasi rumah dan pusat kota. Alhamdulillah :) 

4 comments:

  1. wah bagus review nya..

    RAN

    ReplyDelete
  2. Maaf sy boleh tanya2 ttg gedungnya ga ke detin? Mau konsul nih hehe

    ReplyDelete
  3. Det, kapan tulisan ini berlanjut ke vendor-vendor berikutnya?

    Dulu pernah janji loh, bakalan di bahas semuanya di blogmu hehe
    Ditunggu.

    ReplyDelete

comment this post