Sunday, May 3, 2020

Sering kali, Pak Ryan masih terbangun hingga lewat tengah malam. Duduk dan hanya merenung. Saya tahu dia sedang berpikir keras. Terlebih akhir-akhir ini. Kebiasaannya semakin menjadi. 
Setiap saya tanya apa yang sedang dilakukannya, jawabannya selalu sama. Kontemplasi. 

Sedikit banyak, apa yang dilakukannya menjadi pikiran yang menular. Saya jadi ikut-ikutan sering merenung apa yang dia renungkan. Pertanyaan yang paling sering jadi tema renungannya adalah, "kita sudah berbuat apa untuk jadi bermanfaat?". Sebuah pertanyaan yang sampai sekarang masih membuat hati saya terasa penuh, sesak. 

"Akang akan menjadi seperti apa beberapa tahun ke depan? Jalan apa yang akan diambil?" Diskusi yang tak berkesudahan, meskipun sudah berulang kali dibahas dan dijawab. 

Terlebih, dunia sedang kacau. Sedang dijangkiti wabah. 

"Orang di luar sana menciptakan, menemukan, dan menjadi solusi. Akang merasa belum maksimal, sebagai manusia"



-thoughts in the time of Corona.