Friday, August 24, 2012

The Third Day

Director : Mohammad Hossein Latifi
Stars : Puria Purksorkh (as Reza), Baran Kosari (as Samireh) and Hamed Behdad (as Foad)
Reza dan Samireh

Heart Touching. Unpredictable ending.

Di hari ketiga, barulah Reza menghampiri rumahnya yang kini porak-poranda terhujani bom-bom tak mengenal tuan, rumah dimana tanahnya menyimpan rahasia, bahwa adiknya yang pincang, ia kubur hidup-hidup untuk menyelamatkan nyawa sang adik dari teror membabi buta tentara musuh dalam perang Iran-Iraq.

Samireh, sang adik, menunggu dengan bekal beberapa mili air dan kentang dalam tanah. Menunggu janji abangnya untuk menyelamatkannya, membawanya ke tempat yang lebih aman. Rumah itu menjadi tujuan pengintaian, sebab perapiannya masih panas. Bukti bahwa beberapa saat, baru saja ada yang menyalakannya. Seseorang pastilah bersembunyi.

Cinta dan ambisi memang tidak bisa hidup berdampingan. Cinta bukan ambisi dan ambisi tidak melahirkan cinta. Tapi seorang Foad menginginkan keduanya dalam sekali waktu. Cintanya pada Samireh yang begitu dalam tidak bisa ia dapatkan ketika ia mengejar ambisinya untuk menjadi pemimpin tentara musuh. Karena ambisinya, kaki kekasihnya harus terpisah dari tubuhnya, karena ambisinya, orang tua sang kekasih harus mengakhirkan nafas duniawinya, karena ambisinya, maaf tidak bisa terlontarkan dari mulut sang kekasih, apapun cara yang ia tempuh.

Di hari ketiga, Reza kehilangan satu adiknya lagi, Rasool. Barak pengungsian di luluh lantahkan, penghuninya menemui ajalnya. Tinggal ia dan beberapa orang lainnya yang masih bertahan untuk menjemput Samireh.
Tidak ingin kehilangan, Foad mendatangi rumah itu. berjumpa dengan Samireh yang sudah merasa aman untuk keluar dari tanah yang menguburnya. Perjumpaan dengan sang kekasih yang kini sorot matanya menyiratkan kebencian, padahal dulu, mereka adalah guru di sekolah yang sama, dan Foad pernah mengajukan lamaran pada Reza untuk Samireh.

Cinta tidak untuk dipaksakan. Samireh, Reza, dan orang Iran yang masih bersisa memilih untuk menghadapi Foad dan pasukannya. Dengan kepungan di segala arah, Reza dengan gagah berani menepati janjinya dan melindungi sang adik. Hingga samireh harus merelakan, Reza dan yang lainnya berani untuk mati.

Danau-danau Iran dan rerumputannya menjadi saksi, kala itu mengantarkan Samireh seorang diri merasakan pahitnya kehilangan.

0 comments:

Post a Comment

comment this post