Tuesday, January 3, 2012

The Pianist

today I would like to share about one of my favorite movies. i watched it about 3 months ago, and i still remember the greatness of the movie. The sat, the act, the sound, etc.
here we go!


THE PIANIST


Director : Roman Polanski
Writers : Ronald Harwood, Wladyslaw
Stars : Adrien Brody, Thomas Kretschmann, and Frank Finlay
Rating : 8,5 of 10
cover cd nya
-ada translator disini-
ya, film karya Roman Polanski (yang saya ingat dari beliau itu adalah sutradara film Oliver Twist hehe) tahun 2002. sinopsis lebih lengkapnya mangga googling aja sendiri.

film based on true story ini berkisah tentang perang dunia II dan seputar per-Nazi-an. saya suka film-film yang latarnya tentang Hitler dan embel-embelnya, that's why i like most of Spielberg's movies hehe.

nah, disini si Adrien Brody yang berperan sebagai  Wladyslaw Szpilman, seorang pianis yahudi, diharuskan untuk bertahan hidup di tengah-tengah kota yang hampir mati karena serangan Jerman terhadap Polandia. serangkaian pembunuhan dan bom disana-sini akhirnya menyebabkan si Szpilman ini tinggal sendiri di "kota mati" itu. selama beberapa tahun (berapa tahun ya? lupa) dia harus bertahan hidup mencari makanan dari dapur-dapur rumah yang tidak kena bom. Digambarkan, awalnya tubuhnya bersih badannya bugar, setelah peristiwa itu, penampilannya menjadi super kurus, rambut kondrong, kucel, mirip gembel. yang kemudian terselamatkan setelah bertemu seorang kapten Jerman (Thomas Kretschmann) yang bernama Kapten Wilm Hosenfeld.

setelah mengaku sebagai seorang pianis dan memainkan lagu di depan si Kapten, akhirnya kapten menolongnya dengan memberikannya roti (rutin) dan mantel tentara jerman. tapi, setelah Jerman kalah di Polandia, keadaan terbalik. Kini si Kapten lah yang menjadi sandera, dan Szpilman terselamatkan hidupnya. si Kapten meminta tolong pada salah seorang yang melewati kamp konsentrasi untuk memberitahu bahwa ada dirinya di kamp tersebut dan minta dibebaskan oleh Szpilman (yang dia ingat kini menjadi pianis di sebuah radio). namun Szpilman terlambat datang, si Kapten sudah tidak ada.




Ya, intinya... hidup itu keras! haha
perjuangan untuk hidup bagi seseorang yang berada dalam sebuah peperangan adalah ibarat hidup di ujung tanduk, bersiap untuk mati kapanpun mereka di serang. mari refleksikan keadaan ini dengan keadaan di negara yang sampai saat ini porak-poranda khas peperangan masih tercium di rumah-rumah mereka.
setiap individu punya hati nurani yang mengajarkan tentang kemanusiaan, itu digambarkan oleh pribadi Kapten Jerman yang menolong Szpilman sekalipun ia seorang yahudi. diatas permusuhan bangsa, ras, agama, semua orang -harusnya- punya rasa kemanusiaan tinggi untuk setidaknya memanusiakan manusia.
dan ya, hm, film ini mengajarkan juga tentang betapa mahalnya hidup nyaman dan aman itu. alangkah baiknya kita mensyukuri hidup di kondisi saat ini -setidaknya lebih baik dari kondisi di film ini-
seperti tagline film ini :
music was his passion and survival was his masterpiece
bertahan hidup adalah karya terbesarnya, karena dia bisa bertahan disaat tak satupun bisa bertahan. dan dengan bakat yang dia miliki, dia bisa menyambung hidupnya.


film yang unpredictable ending, love it.

0 comments:

Post a Comment

comment this post